CASLETING “Banyak yang ditabur sedikit yang dituai” Mei 17, 2010
Posted by ukmkstpaulus in 1.trackback
Mungkin itulah kalimat yang paling tepat menggambarkan keadaan sekarang dalam dinamika keorganisasian, khususnya mahasiswa katolik dalam ruang lingkup kampus (KMK). Hampir setiap kali dijabarkan persoalan yang terjadi dalam dinamika Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), semua kampus memiliki persoalan yang hampir sama, tentang bagaimana mengembangkan minat mahasiswa katolik untuk bergabung lalu berdinamika didalamnya. Begitu banyak agenda yang ditawarkan dari sekedar senang – senang, kumpul bercerita bersama sampai kegiatan yang melelahkan otak dan tenaga untuk berpikir dan bekerja. Usaha menjaring anggota yang dilakukan tak lebih dari sekedar model rayuan gombal ala safari kos ataupun undangan resmi, guna meminta keikutsertaan atau dalam bahasa kaum intelektual konsolidasi anggota. Walaupun dengan peserta yang minim hanya 8 orang dari sekian banyak Mahasiswa Katolik memang bukanlah pekerjaan mudah untuk diikut sertakan, ada saja halangan dan tantangan yang menghambat proses ini. Dengan mengusung tema ”Pergilah Kalian Diutus” kami pun segera mengutus dan pergi mempersiapkan segala kebutuhan yang berkaitan dengan agenda kegiatan tersebut. Walaupun dengan rentan waktu yang tidak terlalu lama (± 3 minggu). Setelah kebutuhan tersedia dari perlengkapan sampai konsumsi kini datang problem yang mungkin sedikit memutarkan kepala adalah bagaimana mendapatkan kekurangan dana yang sampai menjelang keberangkatan pun KAS masih mengalami defisit. Mungkin inilah gambaran singkat curahan hati panitia, yang dapat kita maknai dalam tugas pelayanan selanjutnya. Loby dan Negosiasi, Propaganda, Agitasi Sekian banyak materi yang diberikan dan dicekoki salah satu focus dan menjadi hal yang mencolokan mata sekaligus otak peserta adalah bagaimana memahami loby dan negosiasi, propaganda serta agitasi. Materi yang dibawakan oleh Mas Karyadi (LPEP) dibawakan santai dan guyonan khas, diimbangi dengan contoh konkrit yang mudah dicerna, tidak pernah terbayang jika pemateri yang didatangkan melalui proses lobi dalam rentan waktu dua hari ini selalu santai menanggapi dengan modal “pendidik bagi kaum muda”, kasibukan rela ditinggalkan. Memang patut diberi apresiasi (thanx mas). Begitupun dengan pemateri ASG , Romo Wawan. Ada cerita yang sedikit mengetuk pintu hati walau dalam kesibukanya sepulang dari PAPUA ditambah persiapan dalam menyambut hari jadi KAMPUNG ILMU, rela membagi waktu untuk menyadarkan sekaligus mengharapkan tindakan praxis kaum muda katolik tentang ”Option for the poor” yang sering didengungkan. Pemateri lain yang juga senior/kader UKMK St. Paulus, K’ Lian juga memberikan andil menjadi penggerak dan rela mendampingi hingga akhir kegiatan. Tidak pernah terbayangkan apalah jadinya jika tanpa kerelaan dan pengorbanan dari Pemateri – pemateri meluangkan waktunya menyadarkan Agen Perubahan ini. Apalah jadinya ?? Hujan – hujan, sewa angkot Setelah mendapatkan materi – materi, bekal yang dibawa pulang sekaligus penantian jawaban atas perayaan 10 tahun berdirinya UKMK St. Paulus, tindakan praxis telah direncanakan, yang dibutuhkan kini adalah pelaksanaan kedepan setelah keluar dari gerbang Kaliwaron 52. Pukul 16.00 wib tak terasa kendaraan penjemput tak kunjung datang. Karena menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan, kawan – kawan (Laskar Paulus) berinisiatif menggunakan Angkutan Kota (ANGKOT), ”mumpung masih ada dana”. Karena merupakan hal unik sekaligus tidak lazim dipakai untuk agenda kegiatan organisasi. Dalam keadaan hujan rintik – rintik, tetap bergegas memuat segala perabot untuk dibawa pulang. Makasih pak sopir, kawan – kawan UKMK St. Paulus akhirnya tiba dikampus dalam keadaan selamat. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan bagi pihak – pihak yang telah membantu dan mendukung berlangsungnya acara CASLETING (Catholic Student Leadership Training) 2010. GUTA CAVAT LAPIDEM NON VI SED SAEPE CADENDO Surabaya 12 April 2010
Ketua UKMK St.Paulus 2009/2010

Komentar»
No comments yet — be the first.